Al-Quran Online ini, ajakan untuk mendalami AlQuran sambil mencari ridho dan cinta Allah semata
Daftar Akar Kata Pada AlQuran
Dipersembahkan oleh para sukarelawan yang hanya mencari kecintaan Allah semata

An-Nisa

dengan nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

ayat 97

Sesungguhnya orang-orang yang diwafatkan malaikat dalam keadaan menganiaya diri sendiri, (kepada mereka) malaikat bertanya: 'Dalam keadaan bagaimana kamu ini?'. Mereka menjawab: 'Adalah kami orang-orang yang tertindas di negeri (Mekah)'. Para malaikat berkata: 'Bukankah bumi Allah itu luas, sehingga kamu dapat berhijrah di bumi itu?'. Orang-orang itu tempatnya neraka Jahanam, dan Jahanam itu seburuk-buruk tempat kembali,

Irab Surat AnNisa ayat 97



Ayat ini berbicara tentang nasib tragis orang-orang yang "Menzalimi Diri Sendiri" (Ẓālimī Anfusihim), yaitu mereka yang enggan berhijrah dari lingkungan kafir yang menindas, padahal mereka mampu. Ayat ini menggambarkan dialog interogasi oleh Malaikat Maut saat mencabut nyawa mereka.


🧐 Analisis I'rāb (Gramatikal)

I. Bagian Pertama: Saat Malaikat Mencabut Nyawa

إِنَّ الَّذِينَ تَوَفَّاهُمُ الْمَلَائِكَةُ ظَالِمِي أَنفُسِهِمْ

Kata

I'rāb (Kedudukan Gramatikal)

Keterangan/Status

إِنَّ (Inna)

Ḥarf Tawkīd wa Naṣb

Huruf penegas.

الَّذِينَ (Allażīna)

Ism Mawṣūl

Berposisi Naṣb sebagai Ism Inna (Subjek Inna).

تَوَفَّاهُمُ (Tawaffāhum)

Fi'l Muḍāri' + Maf'ūl bih

Tawaffā: Asalnya Tatawaffā (huruf Ta' dibuang satu untuk Takhfīf/peringanan). Marfū' dengan tanda ḍammah muqaddarah. Hum: Objek (mereka).

الْمَلَائِكَةُ (Al-Malā'ikatu)

Fā'il (Subjek)

Marfū'. Pelaku pencabutan nyawa.

(Kalimat Silah)

Tawaffāhum al-Malā'ikatu

Tidak memiliki kedudukan i'rab (Lā Maḥalla Lahā) karena Ṣilah al-Mawṣūl.

ظَالِمِي (Ẓālimī)

Ḥāl (Keterangan Keadaan)

Manṣūb. Tanda Naṣab-nya adalah Yā' karena Jam' Mużakkar Sālim. Huruf Nūn di akhir dibuang (Ḥaẓfun Nūn) karena menjadi Muḍāf.



Artinya: "(Malaikat mewafatkan mereka) dalam keadaan mereka menzalimi..."

أَنفُسِهِمْ (Anfusihim)

Muḍāf Ilaih

Majrūr. "...diri mereka sendiri."

II. Bagian Kedua: Interogasi Malaikat (Dialog)

قَالُوا فِيمَ كُنتُمْ ۖ قَالُوا كُنَّا مُسْتَضْعَفِينَ فِي الْأَرْضِ

Kata

I'rāb (Kedudukan Gramatikal)

Keterangan/Status

قَالُوا (Qālū)

Fi'l Māḍī

Fā'il-nya Wāw (Malaikat). Kalimat ini adalah Khabar Inna (Predikat dari Inna Allaḍīna...).

فِيمَ (Fīma)

Jārr wa Majrūr + Istifhām

Gabungan  (Di dalam) +  (Apa). Huruf Alif pada  dibuang karena kemasukan huruf jar (Mā Istifhāmiyyah).



Artinya: "Dalam urusan apa/Bagaimana keadaan...?"

كُنتُمْ (Kuntum)

Fi'l Māḍī Nāqiṣ

Isim Kāna adalah Tum (Kalian). Khabar Kāna-nya terikat dengan Fīma (takdirnya: Kuntum fī ayyi sya'nin?).

قَالُوا (Qālū)

Fi'l Māḍī

Fā'il-nya Wāw (Orang yang dizalimi). Jawab pertanyaan.

كُنَّا (Kunnā)

Fi'l Nāqiṣ + Ism Kāna

: Kami.

مُسْتَضْعَفِينَ (Mustaḍ'afīna)

Khabar Kāna

Manṣūb dengan tanda Yā'. Artinya: "orang-orang yang lemah/tertindas."

فِي الْأَرْضِ (Fī al-Arḍi)

Jārr wa Majrūr

Terkait dengan Mustaḍ'afīna.

III. Bagian Ketiga: Bantahan Malaikat

قَالُوا أَلَمْ تَكُنْ أَرْضُ اللَّهِ وَاسِعَةً فَتُهَاجِرُوا فِيهَا

Kata

I'rāb (Kedudukan Gramatikal)

Keterangan/Status

قَالُوا (Qālū)

Fi'l Māḍī

Malaikat menjawab/membantah.

أَلَمْ (Alam)

Hamzah Istifhām + Lam Nafi

Pertanyaan retoris (Taqrīr). "Bukankah...?"

تَكُنْ (Takun)

Fi'l Muḍāri' Nāqiṣ

Majzūm karena Lam.

أَرْضُ (Arḍu)

Ism Kāna

Marfū'.

اللَّهِ (Allāhi)

Muḍāf Ilaih

وَاسِعَةً (Wāsi'atan)

Khabar Kāna

Manṣūb. "Luas."

فَتُهَاجِرُوا (Fa-tuhājirū)

Fā' Sababiyyah + Fi'l

Fa: Maka/Sehingga. TuhājirūFi'l Muḍāri' Manṣūb oleh An Muḍmarah (tersembunyi) setelah Fā' Sababiyyah.



Artinya: "...sehingga kalian (dapat) berhijrah."

فِيهَا (Fīhā)

Jārr wa Majrūr

Terkait dengan Tuhājirū.

IV. Bagian Keempat: Vonis Akhir

فَأُولَٰئِكَ مَأْوَاهُمْ جَهَنَّمُ ۖ وَسَاءَتْ مَصِيرًا

Kata

I'rāb (Kedudukan Gramatikal)

Keterangan/Status

فَ (Fa)

Fā' Rābiṭah

Mengikat kalimat ini dengan Inna di awal ayat (menjelaskan akibat).

أُولَٰئِكَ (Ulā'ika)

Ism Isyārah

Mubtada' Awwal. "Mereka itu."

مَأْوَاهُمْ (Ma'wāhum)

Mubtada' Ṡānī

Subjek Kedua. Marfū' dengan ḍammah muqaddarah. "Tempat tinggal mereka."

جَهَنَّمُ (Jahannamu)

Khabar Mubtada' Ṡānī

Predikat Kedua. "Neraka Jahannam."

(Kalimat Nominal)

Ma'wāhum Jahannamu

Menjadi Khabar bagi Ulā'ika (Mubtada' Awwal).

وَسَاءَتْ (Wa Sā'at)

Wāw + Fi'l Māḍī Jāmid

Kata kerja untuk mencela (Dzam). "Seburuk-buruknya."

مَصِيرًا (Maṣīran)

Tamyīz

Manṣūb. Penjelas dari pelaku Sā'at yang tersembunyi. "Tempat kembali."


🔑 Poin Utama I'rāb Ayat

  1. Fi'il Mudhari' "Tawaffāhum" (تَوَفَّاهُمُ): Secara morfologi asalnya adalah Tatawaffāhum (Fi'il Mudhari' - Sedang/Akan mewafatkan).